Pemuda dan waktu dalam Islam
Masa muda merupakan masa sempurnanya pertumbuhan fisik dan kekuatan seorang manusia. Itu merupakan nikmat besar dari Allah Ta`ala yang seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya untuk amal kebaikan guna meraih ridha-Nya. Dan sebagimana nikmat-nikmat besar lainnya yang diterima manusia, nikmat inipun nantinya akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta`ala.
Allah berfirman, yang artinya: “Tidakkah mereka itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang dahsyat, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.” (QS al-Muthaffifiin: 4-6).
Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.
Dalam banyak ayat Allah bersumpah dengan waktu, seperti bersumpah dengan masa (QS al-`Ashr: 12), malam (QS al-Lail: 1-2), dhuha (QS adh-Duha: 1-2), dan lain sebagainya.
Ayat-ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan manusia. Allah SWT hanya bersumpah dengan menggunakan sesuatu yang istimewa. Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa dengan menggunakan waktu tersebut seorang hamba bisa mengambil pelajaran dan bersyukur,
“Dan Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS al-Furqan: 62).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar